PSIKOLOGI PENDIDIKAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN

Posted by Abdul hakim On Senin, 04 Januari 2010 1 komentar

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN

MAKALAH

Untuk memenuhi tugas mata kuliah

Bahasa Indonesia Keilmuan

yang dibina Oleh Bapak Didin Widiyartono

Oleh

Abdul Hakim

108231410599

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Whiterington, (1982:10) dalam artikel yang ditulis Supriadi mengatakan “Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan. Sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar”. Dari batas­an di atas terlihat adanya kaitan yang sangat kuat antara psikologi pendidikan dengan proses belajar dan pembelajaran. Karena itu, tidak mengherankan apabila beberapa ahli psikologi pendidikan menyebutkan bahwa lapangan utama studi psikologi pendidikan adalah soal belajar. Dengan kata lain, psikologi pendidikan memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang berkenaan dengan proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan belajar.

Dikarenakan psikologi pendidikan merupakan studi dalam masalah pen­di­di­k­an maka perlu kita ketahui hal-hal yang terkait dengan psikologi pendidi­kan. Semua yang terkait dengan psikologi pendidikan seharusnya dikuasai oleh para pendidik, ini dikarenakan psikologi pendidikan sangat penting dalam penye­leng­garaan pendidikan.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Makna Psikologi Pendidikan?

2. Bagaimana Peranan Psikologi Pendidikan dalam Belajar?

3. Bagaimana Manfaat dan Pentingnya Psikologi Pendidikan Bagi Guru?

C. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui Makna Psikologi Pendidikan.

2. Mengetahui Peranan Psikologi Pendidikan dalam Belajar.

3. Mengetahui Manfaat dan Pentingnya Psikologi Pendidikan Bagi Guru.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Makna Psikologi Pendidikan.

Sebelum mengetahui ruang lingkup psikologi pendidikan, seharusnya diketahui terlebih dahulu makna dari psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan merupakan gabungan dari dua kata yaitu psikologi dan pendidikan. Psikologi me­rupakan ilmu tentang jiwa atau ilmu yang mempelajari jiwa, sebab kata psikologi berasal dari bahasa yunani “psyche” berarti jiwa. Sedangkan “logy” atau “logos” berarti ilmu atau pengetahuan (Sagala, 2009).

Woodward dan marquis (1955:3) dalam Sagala mengatakan “psi­kologi adalah studi tentang kegiatan kegiatan atau tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya, dari dalam kandungan sampai balita, dari masa ka­nak-kanak sampai dewasa serta masa tua. Sedangkan menurut Suk­madinata (1993:2) dalam Sagala mengatakan “psikologi adalah sebagai suatu studi atau ilmu yang mempelajari kegiatan atau prilaku individu dalam in­teraksi dengan lingkungannya”.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari keperibadian seseorang atau kelompok orang dalam pergaulan atau intraksi dengan lingkungannya. Dan ini merupakan salah satu hal yang harus diketahui oleh seorang pendidik.

Definisi pendidikan ialah suatu yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang belansung dalam segala lingkungan dan se­panjang hidup (Sagala:2009). Syiful sagala dalam bukunya menuliskan be­berapa pengertian pendidikan:

1. Perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan (McLeod, 1989.

2. Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelom­pok orang dalam mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pe­latihan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991).

3. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana bela­jar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembang­kan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri ke­periba­dian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UUSPN No. 20:2003).

Jadi pendidikan merupakan upaya seorang individu untuk mendapatkan pengetahuan atau memberikan pengetahuan kepada orang lain untuk bisa diguna­kan dalam kehidupan sehari-hari.

Di atas telah dibahas definisi dari psikologi dan pen­didikan. Dan sebenarnya apa definisi psikologi pendidikan? Eko (2008) dalam artikel yang ditulisnya memberikan definisi tentang Psikologi pendidikan:

Psikologi pendidikan merupakan gabungan dari dua bidang studi yang berbeda. Pertama adalah psikologi yang mempelajari segala sesuatu tentang pikiran dan perilaku manusia serta hubungannya dengan manusia. Tentu saja tidak hanya mempelajari manusia dalam kesendiriannya, melainkan juga mempelajari manusia dalam hubungannya dengan manusia lain. Kedua adalah pendidikan itu sendiri atau lebih khusus adalah sekolah. Jadi, sebagai sebuah subdisiplin ilmu sendiri dalam psikologi, psikologi pendidikan memfokuskan diri pada pemahaman proses pengajaran dan belajar yang mengambil tempat dalam lingkungan formal.

Whiterington (1982:10) di dalam artikel yang ditulis Supriadi mengatakan “Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan”.

Jika berbicara masalah psikologi pendidikan maka akan banyak membahas tentang masalah belajar dan pembelajaran dalam pendidikan. Ini tidak bisa dipungkiri, karena seperti yang dikatakan oleh Sumadi (2004) dalam bukunya Psikologi Pendidikan yaitu psikologi pendidikan berusaha menjadi kajian faktor-faktor psikologis yang berperan dalam proses pendidikan.

Menurut Tardif (1987) di dalam Sagala mengatakan psikologi pendidikan merupakan bidang studi yang berhubungan dengan prilaku manusia untuk usaha-usaha pendidikan. Psikologi pendidikan ialah suatu studi yang sistematis tentang proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia (wether­ington, 1978) dalam Sagala (2009).

Psikologi dan pendidikan masing-masing memiliki konsep, teori, dan pen­dekatan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah belajar pe­serta didik dan membantu proses mengajar bagi seorang guru (Sagala, 2009).

B. Peranan Psikologi Pendidikan Dalam Belajar.

Sumadi (2004) masalah belajar merupakan masalah bagi setiap orang, maka telah jelas bahwa dalam masalah ini ada bermacam-macam pendekatan. Wlaupun masalah belajar itu bukan monopolinya ahli psikologi, namun primer hal tersebut adalah masalah ahli psikologi. Hal yang demikian ini terjadi karena dua hal:

1. Karena alasan historis.

Para cendekiawan yang pertama mempersoalkan ma­salah belajar dan pembelajaran adalah para ahli psikologi. Para pendidik pro­fesional menggunakan psikologi pendidikan sebagai ilmu pengetahuan dasar.

2. Karena alasan literer.

Konsepsi mengenai belajar merupakan hal yang sentral dalam teori-teori psikologi.

Tolman (1932:14-16) dalam Sumadi (2004) mengatakan bahwa hal belajar itu sebagai sifat utama dalam tingkah laku. Orang hampir tidak bisa membedakan antara theory of behavior dan theory of learning, karna masalah belajar ini sangat penting Hull (1943) dalam sumadi (2004).

Ahmadi dan Widodo (2004) mengatakan bahwa ilmu psikologi me­mpu­n­ya­i peran yang sangat penting dalam pendidikan. Misalnya: Ali mengajar si B pelajaran bioligi, maka dalam masalah ini ada dua objek harus yang diketahui oleh Ali, yaitu

1. Ali harus mengetahui jiwa si B.

2. Ali harus mengetahiu pengetahuan aljabar.

Oleh karena itu adanya ilmu psikologi, maka timbul soal-soal penting da­lam soal mengajar dan mendidik, sebab mengajar dan mendidik harus men­ge­tahui psikologi seseorang. Suhadianto (2009) dalam artikelnya menarik ke­sim­pu­lan sebagai berikut.

Psikologi pendidikan san­gatlah diperlukan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional. Menurut Lindgren sebagaimana di­kutip Surya (1982), manfaat psikologi pendidikan ialah untuk membantu para tenaga pendidik dalam mengembangkan pemaha­man men­genai kependidikan dan prosesnya. Sementara itu Chaplin (1972) menitik berat­kan psikologi pen­didikan untuk memecahkan masalah-masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan dengan cara menggunakan metode-metode yang telah disusun secara rapi dan sistematis.

Sudrajat (2008) pendidikan memang tidak bisa dilepaskan dari psikologi. Sumbangsih psikologi terhadap pendidikan sangatlah besar. Kegiatan pendidikan, khususnya pada pendidikan formal, seperti pengembangan kurikulum, proses belajar-mengajar, sistem evaluasi, dan layanan bimbingan dan konseling merupakan beberapa kegiatan utama dalam pendidikan yang di dalamnya tidak bisa dilepaskan dari psikologi.

C. Manfaat dan Pentingnya Psikologi Pendidikan bagi Guru.

Sudrajat (2008) guru dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya, tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan tugasnya, terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya, sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Di sinilah arti penting Psikologi Pendidikan bagi guru. Penguasaan guru tentang psikologi pendidikan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni kompetensi pedagogik. Muhibbin Syah (2003) mengatakan bahwa “diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta didik”

Guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam melaksanakan tugas pembelajaran ternyata perlu memiliki pengetahuan psikologi. Kemampuan memahami tingkahlaku belajar anak didiknya akan memberi penjelasan bahwa anak sedang dalam keadaan belajar dengan baik atau tidak, pemahaman ini akan dapat mengukur kemampuan belajar dan kemampuan menerima materi pelajaran bagi para siswanya. Psikologi pendidikan ini sebagai alat bagi guru untuk mengendalikan dirinya, dan juga memberi bantuan belajar kepada peserta didik dalam kegiatan pembelajaran Syaiful Sagala (2009).

Akhmad sudrajat (2008) di dalam artikelnya menulis beberapa manfaat psikologi pendidikan bagi sorang guru. Diantara manfaat psikologi pendidikan bagi seorang guru:

1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat.

Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru akan dapat lebih tepat dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran. Misalnya, dengan berusaha mengaplikasikan pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan teori-teori perkembangan individu.

2. Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.

Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya.

3. Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling.

Tugas dan peran guru, di samping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan dapat membimbing para siswanya. Dengan memahami psikologi pendidikan, tentunya diharapkan guru dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan benar, melalui proses hubungan interpersonal yang penuh kehangatan dan keakraban.

4. Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik.

Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa, seperti bakat, kecerdasan dan minat. Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu, khususnya perbuatan belajar. Tanpa pemahaman psikologi pendidikan yang memadai, tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya.

5. Menciptakan iklim belajar yang kondusif.

Efektivitas pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Guru dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.

6. Berinteraksi secara tepat dengan siswanya.

Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan siswa secara lebih bijak, penuh empati dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan siswanya.

7. Menilai hasil pembelajaran yang adil.

Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat mambantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis penilaian, pemenuhan prinsip-prinsip penilaian maupun menentukan hasil-hasil penilaian.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Psikologi pendidikan ialah suatu studi yang sistematis tentang proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia (wether­ington, 1978) dalam syaiful (2009).

Akhmad Sudrajat (2008) pendidikan memang tidak bisa dilepaskan dari psikologi. Sumbangsih psikologi terhadap pendidikan sangatlah besar. Kegiatan pendidikan, khususnya pada pendidikan formal, seperti pengembangan kurikulum, Proses Belajar Mengajar, sistem evaluasi, dan layanan Bimbingan dan Konseling merupakan beberapa kegiatan utama dalam pendidikan yang di dalamnya tidak bisa dilepaskan dari psikologi

Penguasaan guru tentang psikologi pendidikan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni kompetensi pedagogik. Muhibbin Syah (2003) mengatakan bahwa “diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta didik”. Dan diantara manfaat psikologi pendidikan bagi seorang guru adalah:

1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat.

2. Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai

3. Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling

4. Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik.

5. Menciptakan iklim belajar yang kondusif.

6, Berinteraksi secara tepat dengan siswanya.

7. Menilai hasil pembelajaran yang adil.

B. Saran

Adalah keharusan bagi setiap pendidik yang bertanggung jawab, bahwa dia dalam melaksanakan tugasnya harus berbuat dalam cara yang sesuai dengan “keadaan” si anak didik. Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mem­ahami sesama manusia, dengan tujuan untuk dapat memperlakukannya dengan lebih tepat. Karena itu pengetahuan psikologis mengenai anak didik dalam proses pendidikan adalah hal yang perlu dan penting bagi setiap pendidik; sehingga seharusnya adalah kebutuhan setiap pendidik untuk memiliki pengetahuan tentang psikologi pendidikan. Psikologi pendidikan sebagaiman telah dikemukakan di atas merupakan hal yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan demi tercapainya pembelajaran yang diinginkan. Oleh karena itu seorang pendidik senantiasa harus memahami dan mau mempelajarai serta menerapkan psikologi pendidikan.

DAFTAR RUJUKAN

Ahmadi, & Widodo. 2004. Psikologi Belajar, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Eko, 2008. Psikologi-pendidikan-sub-disiplin-ilmu-psikologi, (online),

(http://ekomedia.wordpress.com Diakses 28 September 2009).

Suryabrata, Sumadi. 2004. Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sagala, Syaiful. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran, Bandung: ALVABETA.

Supriadi, 2006. Psikologi Pendidikan, (Online), (http://andragogi.com, diakses 28 September 2009).

Suhadianto, 2009. Pentingnya Penguasaan Psikologi Pendidikan bagi Guru, (online), (http://suhadianto.blogspot.com, diakses 9 September 2009).

sudrajat, akhmad. 2008. Psikologi Pendidikan dan Guru. (Online), (http:// Psikologi Pendidikan dan Guru « AKHMAD SUDRAJAT LET'S TALK.htm, diakses 9 September 2009).

1 komentar:

Anonim mengatakan...

salam kenal.... kalau ada masalah dasar psikologi tolong di posting ya. hee2*

Poskan Komentar

Komentar anda sangat membantu dalam penulisan ini

Ada kesalahan di dalam gadget ini