PERTUMBUHAN FISIK REMAJA

Posted by Abdul hakim On Jumat, 23 Oktober 2009 0 komentar

PERTUMBUHAN FISIK REMAJA
MAKALAH
Disusun oleh:

1. Abdul Hakim (108231410599)
2.
Moh Ubaidillah (108231410618)
3. Efita Sari (108231416295)
4. Iftitah (108231410614)
5. Tita (000000000000)


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan merupakan perubahan kuantitatif yang menyangkut ukuran dan struktur biologis. Hasil pertumbuhan itu berwujud bertambahnya ukuran-ukuran kuantitatif badan anak, seperti panjang, berat, dan kekuatannya. Demikian pula pertumbuhan itu tampak pada makin sempurnanya syaraf dan perubahan-perubahan struktur jasmani. Dengan demikian pertumbuhan dapat dikatakan sebagai proses perubahan dan kematangan fisik.

Seseorang akan mengalami pertumbuhan fisik (tinggi dan berat badan) yang sangat pesat pada usia remaja yang dikenal dengan istilah growth spurt. Growth spurt merupakan tahap pertama dari serangkaian perubahan yang membawa seseorang kepada kematangan fisik dan seksual.

A.1. Rumusan Masalah

1. Bagaimana definisi pertumbuhan?

2. Bagaimana pertumbuhan fisik remaja?

3. Bagaimana perubahan fisik remaja?

4. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja?

A.2. Tujuan Penulisan

1. menjelaskan definisi pertumbuhan.

2. menjelaskan pertumbuhan fisik remaja.

3. Mengetahui perubahan fisik remaja.

4. mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja.

BAB II

PEMBAHASAN

1. Definisi Pertumbuhan

Dalam kehidupan manusia terdapat dua proses kejiwaan yang terjadi, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Proses ini berlansung secara interdefedensi, dan dalam pembahasan ini kita akan fokus pada proses pertumbuhan. Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan fisik secara kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.

Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil proses pematangan fungsi dalam waktu tertentu. Hasil pertumbuhan, antara lain bertambahnya ukuran kuantitatif badan anak, seperti berat, panjang, dan kekutatannya. Begitu pula pertumbuhan akan mencakup perubahan yang semakin sempurna pada system jaringan syaraf dan perubahan-perubahan struktur jasmani lainnya. Dengan demikian pertumbuhan dapat diartikan sebagai proses perubahan dan pematangan fisik.

Menurut Drs. H.M Arifin, M. Ed, mengemukakan bahwa ” Pertumbuhan ” dan diartikan sebagai suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran Demensif tubuh serta bagian-bagiannya.

2. Pertumbuhan Fisik Remaja

Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan ini meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, munculnya kelamin yang utama (primer), dan ciri kelamin kedua (skunder).

Penyebab pertumbuhan atau perubahan fisik pada masa remaja adalah adanya dua kelenjar yang menjadi aktif bekerja dalam sistem endoktrin. Kelenjar pituitarai yang terletak di dasar otak mengeluarkan dua macam hormon yang erat hubungannya dengan perubahan masa remaja. Kedua hormon itu adalah hormon pertumbuhan yang menyebabkan terjadinya perubahan ukuran tubuh dan hormon yang merangsang gonad agar mulai aktif bekerja atau hormon ini sering disebut hormon gonadotropik.

Selama remaja, seluruh tubuh mengalami perubahan, baik di bagian dalam maupun bagian luar tubuh, baik perubahan struktur tubuh maupun fungsinya. Dalam kenyataannya, hampir semua perubahan bagian tubuh mengikuti irama yang tetap, sehingga waktu kejadiannya dapat diperkirakan sebelumnya. Perubahan tersebut tampak jelas pada bagian pertama masa remaja.

Seseorang akan mengalami pertumbuhan fisik (tinggi dan berat badan) yang sangat pesat pada usia remaja yang dikenal dengan istilah growth spurt. Growth spurt merupakan tahap pertama dari serangkaian perubahan yang membawa seseorang kepada kematangan fisik dan seksual.

Pada usia 12 tahun, tinggi badan rata-rata remaja putra USA sekitar 150, sementara remaja putri sekitar 154 cm. Pada usia 18 tahun, tinggi rata-rata remaja putra USA sekitar 177 cm, sedangkan remaja putri hanya 163 cm. Kecepatan pertumbuhan tertinggi pada remaja putri terjadi sekitar usia 11 – 12 tahun, sementara pada remaja putra, dua tahun lebih lambat. Pada masa pertumbuhan maksimum ini, remaja putri bertambah tinggi badannya sekitar 3 inci, sementara remaja putra bertambah lebih dari 4 inci per tahunnya (Marshall, dalam Seifert & Hoffnung, 1987).

Seperti halnya tinggi badan, pertumbuhan berat badan juga meningkat pada usia remaja. Pertumbuhan berat badan ini lebih sulit diprediksi daripada tinggi badan, dan lebih mudah dipengaruhi oleh diet, latihan fisik, dan pola hidup. Pada usia remaja, tubuh remaja putri lebih berlemak daripada remaja putra. Selama masa pubertas, lemak tubuh remaja putra menurun dari sekitar 18 – 19 % menjadi 11 % dari bobot tubuh. Sementara pada remaja putri, justru meningkat dari sekitar 21 % menjadi sekitar 26 – 27 % (Sinclair, dalam Seifert & Hoffnung, 1987).

Saat ini, remaja mengalami perubahan fisik (dalam tinggi dan berat badan) lebih awal dan cepat berakhir daripada orang tuanya. Kecenderungan ini disebut trend secular. Sebagai contoh, seratus tahun yang lalu, remaja USA dan Eropa Barat mulai menstruasi sekitar usia 15 – 17 tahun, sekarang sekitar 12 – 14 tahun. Di tahun 1880, laki-laki mencapai tinggi badan sepenuhnya pada usia 23 – 24 tahun dan perempuan pada usia 19 – 20 tahun, sekarang laki-laki mencapai tinggi maksimum pada usia 18 – 20 dan perempuan pada usia 13 – 14 tahun.

Trend secular terjadi sebagai akibat dari meningkatnya faktor kesehatan dan gizi, serta kondisi hidup yang lebih baik. Sebagai contoh, meningkatnya tingkat kecukupan gizi dan perawatan kesehatan, serta menurunnya angka kesakitan (morbiditas) di usia bayi dan kanak-kanak.

3. Perubahan Fisik Remaja

Perubahan fisik pada remaja merupakan suatu hal yang memang tidak bisa dipungkiri lagi dan hal ini pasti terjadi pada semua remaja. Perubahan fisik pada remaja laki-laki dan remaja perempuan mempunyai perbedaan, perubahan ini tampak sebagai berikut:

Perubahan Fisik Remaja Laki-Laki

1. Pertumbuhan tulang-tulang

2. Testis (buah pelir) membesar

3. Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus, dan berwarna gelap

4. Awal perubahan suara

5. Terjadinya ejakulasi

6. Bulu kemaluan menjadi keriting

7. Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya

8. Tumbuh rambut-rambut halus di wajah, tumbuh bulu ketiak, dan bulu dada.

Perubahan Fisik Remaja Perempuan

1. Pertumbuhan tulang-tulang

2. Pertumbuhan payudara

3. Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kelamin

4. Mencapai pertumbuhan ketinggian yang maksimum setiap tahunnya

5. Bulu kemaluan menjadi keriting

6. Menstruasi

7. Tumbuh bulu-bulu ketiak

Selama remaja, seluruh tubuh mengalami perubahan dan itu adalah hal yang sangat wajar dan pasti terjadi pada remaja laki-laki maupun perempuan. Adapun perubahan-perubahan fisik yang penting dan terjadi pada masa remaja adalah:

1). Perubahan ukuran tubuh

Irama pertumbuhan mendadak menjadi cepat sekitar dua tahun sebelum remaja mencapai taraf kematangan kelaminnya. Setahun sebelum kematangan ini, remaja akan bertambah tinggi 10 sampai 15 cm dan bertambah berat 5 sampai 10 kg setelah terjadi kematangan kelamin ini. Pertumbuhan tubuh selanjutnya masih terus terjadi tapi dalam tempo yang lebih lamban. Selama 4 tahun pertumbuhan tinggi badan remaja akan bertambah 25 % dan berat badan hamper mencapai dua kali lipat. Remaja laki-laki tumbuh terus lebih cepat daripada remaja perempuan. Pertumbuhan remaja laki-laki akan mencapai bentuk tubuh dewasa pada usia 19 sampai 20 tahun sedang bagi perempuan pada usia 18 tahun.

2). Perubahan proporsi tubuh

Ciri tubuh yang kurang proporsional pada masa remaja ini tidak sama untuk seluruh tubuh, ada bagian tubuh yang semakin tidak proporsional dan ada bagian tubuh yang semakin proporsional. Proporsi yang tidak seimbang ini akan terus berlansung sampai seluruh masa puber selesai dilalui sepenuhnya sehingga akhirnya proporsi tubuhnya mulai tampak seimbang menjadi proporsi orang dewasa. Perubahan ini terjadi baik di dalam maupun di bagian luar tubuh remaja. Misalnya, di masa kanak-kanak jantungnya kecil sedang pembuluh darah, kulit begitu tampak. Pada masa puber yang terjadi malah sebaliknya. Di bagian luar tampak pertumbuhan kaki dan tangan lebih panjang dibandingkan dengan tubuh.

3). Ciri kelamin yang utama

Pada masa kanak-kanak, alat kelamin yang utama masih belum berkembang dengan sempurna. Ketika memasuki masa remaja alat kelamin mulai berfungsi pada saat ia berusia 14 tahun, yaitu saat pertama kali remaja laki-laki mengalami “mimpi basah”. Sedangkan bagi remaja perempuan, indung telurnya mulai berfungsi pada usia 13 tahun, yaitu saat pertama kali mengalami menstruasi. Bagian lain dari alat perkembang biakan remaja perempuan saat ini masih belum berkembang dengan sempurna, sehingga belum mampu untuk mengandung anak untuk beberapa bulan atau setahun lebih. Masa interval ini di sebut sebagai “saat steril” masa remaja.

4). Ciri kelamin kedua

Ciri kelamin kedua bagi remaja perempuan adalah membesarnya payudara dan mencuatnya putting susu, pinggul melebar melebihi lebar bahu, tumbuh rambut di sekitar alat kelamin, tumbuh rambut di ketiak, suara bertambah nyaring. Sedang cirri kelamin kedua remaja laki-laki adalah: tumbuh kumis dan jenggot, otot-otot mulai tampak, bahu melebar melebihi pinggul, nada suara membesar, tumbuh jakun, tumbuh bulu ketiak, bulu dada, dan bulu di sekitar alat kelamin, serta perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori membesar.

Ciri-ciri kelamin kedua inilah yang membedakan bentuk fisik antara laki-laki dan perempuan. Ciri ini pula yang seringkali merupakan daya tarik antar jenis kelamin. Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan perkembangan cirri kelamin yang utama, dan keduanya akan mencapai taraf kematangan pada tahun prtama atau tahun kedua masa remaja.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja

Dalam pertumbuhan remaja baik perempuan maupun laki-laki pasti ada faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik adalah sebagai berikut:

a. Keluarga

Faktor keluarga yang mempengaruhi fisik remaja, meliputi: keturunan dan lingkungan. Faktor keturunan, seorang anak dapat lebih tinggi atau panjang daripada anak lainnya sehingga ia lebih berat tubuhnya, bila ayah, ibu, kakek-neneknya tinggi dan panjang. Faktor lingkungan akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan yang dibawa anak tersebut. Pada setiap tahap umur, lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat tubuh daripada tinggi tubuh.

b. Gizi

Anak-anak yang memperoleh gizi cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf/masa remaja dibandingkan mereka yang kekurangan gizi. Lingkungan dapat memberikan pengaruh pengaruh bagi remaja sedemikian rupa, sehingga sehingga menghambat atau mempercepat potensi untuk pertumbuhan di masa remaja.

c. Gangguan emosional

Anak yang sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenal yang berlebihan, dan ini akan membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan di kelenjar pituitari. Bila terjadi hal yang demikian, maka pertumbuhan awal remajanya terhambat dan tidak tercapai berat tubuh yang seharusnya.

d. Jenis kelamin

Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada anak perempuan, kecuali pada usia antara 12 dan 15 tahun. Anak perempuan biasanya sedikit lebih tinggi dan lebih berat daripada anak laki-laki. Terjadinya perbedaan berat dan tinggi tubuh ini karena bentuk tulang dan otot pada anak laki-laki memang berbeda dari anak perempuan.

e. Status sosial ekonomi

Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan status ekonomi rendah, cendrung lebih kecil daripada anak yang berasal dari keluarga yang status ekonominya tinggi. Keluarga yang kaya akan dapat memenuhi kebutuhan primer anak-anaknya. Sebaliknya keluarga miskin tidak akan sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan primer anaknya.

f. Kesehatan

Anak-anak yang sehat dan jarang sakit biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat daripada anak yang sering sakit-sakitan. Kurangnya perawatan kesehatan akan menyebabkan anak mudah terserang penyakit. Cara makan yang salah dalam arti makan tanpa aturan atau tanpa memerhatikan keseimbangan gizi dan vitamin juga dapat menyebabkan tubuh menjadi mudah sakit.

g. Pengaruh bentuk tubuh

Diantara perubahan-perubahan fisik itu yang terbesar pengaruhnya pda perkembangan jiwa remaja adalah pertumbuhan tubuh. Perubahaan-perubahan fisik itu menyebabkan kecanggungan bagi para remaja karena ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya. Pertumbuhan badan yang mencolok misalnya, pembesaran payudara yang terlalu cepat akan membuat remaja merasa malu atau kurang percaya diri. Demikian pula dalam menghadapi haid atau mimpi yang pertama, anak-anak remaja perlu mengadakan penyusaian tingkah laku dan dukungan dari pihak orang tua.

Perubahan fisik selalu disertai oleh perubahan sikap dan perilaku. Dalam masa remaja, perubahan yang terjadi sangat mencolok, sehingga dapat mengganggu keseimbangan yang sebelumnya sudah terbentuk. Perilaku mereka menjadi sulit diduga dan sering agak melawan nilai dan norma sosial yang berlaku. Oleh karena itu, Masa ini sering dinamakan sebagai masa negatif atau masa pancaroba.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa Dalam kehidupan manusia terdapat dua proses kejiwaan yang terjadi, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil proses pematangan fungsi dalam waktu tertentu. Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Penyebab pertumbuhan atau perubahan fisik pada masa remaja adalah adanya dua kelenjar yang menjadi aktif bekerja dalam sistem endoktrin. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja meliputi keluarga, gizi, gangguan emosional, jenis kelamin, status sosial ekonomi, kesehatan, pengaruh bentuk tubuh.

Saran

Sebaiknya para remaja tidak merasa canggung dengan perubahan fisik yang terjadi pada dirinya dan dapat memanfaatkan perubahan itu secara efektif.

Disarankan pada orang tua memberikan perhatian yang lebih kepada remaja, karena pada masa ini remaja mudah terpengaruh dengan pergaulan-pergaulan negatif. Dan orang tua bisa berkomunikasi secara terbuka dan menjelaskan kepada anak bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada mereka itu merupakan hal yang normal.

DAFTAR REFERENSI

Fatimah, Enung. 2006. Psikologi Perkembangan. Bandung: Pustaka Setia.

Pali, Marthen, dkk. 2004. Perkembangan Peserta Didik. Malang: Universitas Negeri Malang.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini